CATATAN: Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah melansir berita hasil liputan bersama Jurnalis Islam Bersatu (JITU). Kami mengimbau rekan-rekan media dapat menyertakan Islamic News Agency (INA) dalam setiap berita yang kami kirimkan sebagai bagian memenuhi etika profesi kerja jurnalistik dalam mengambil sumber informasi/berita. Terima kasih atas kerja samanya.

#Berita 160
Umat Islam Bogor Raya juga akan Aksi Jalan Kaki ke Jakarta

ISLAMIC NEWS AGENCY - Sebagian masyarakat Muslim se-Bogor Raya akan melakukan aksi jalan kaki dari Gedung MUI Kota Bogor menuju Monas, Jakarta, untuk mengikuti Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) besok lusa. Demikian hasil musyawarah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya, baru-baru ini, lansir Islamic News Agency (INA).
Ketua GNPF MUI Bogor Raya, Ustadz Iyus Khaerunnas, mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan aspirasi dari ormas Islam dan nasihat serta masukan para ulama. "Aksi berjalan kaki ini untuk syiar Islam. Menunjukkan solidaritas dan kepedulian umat Islam akan ukhuwah dengan rasa senasib sepenanggungan, serta menunjukkan persatuan umat Islam," ujar Iyus dalam pernyataannya.

Perjalanan akan dimulai pada Kamis (01/12/2016) pukul 09.00 WIB. Dengan titik kumpul di Gedung MUI Kota Bogor, Jl Padjajaran No 10. Adapun rute perjalanan melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Jalan Margonda Depok, Jalan Pasar Minggu Jakarta, lalu Kalibata, Pancoran, Menteng, kemudian menuju Monas. Oleh karena itu, GNPF MUI Bogor Raya mengajak masyarakat, khususnya warga Bogor dan sekitarnya, yang punya kemampuan terutama fisik agar bisa terlibat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti aksi ini. Untuk pendaftaran aksi longmarch, panitia mempersilakan menghubungi Ridho di nomor HP 082122702657, Halim (08561920077), dan Faisal (085310070933). Adapun pimpinan aksi tersebut adalah Hasri Harahap (081287517313).

Panitia Juga Sediakan Bus

Selain itu, GNPF MUI Bogor Raya juga menyediakan bis untuk keberangkatan ke Jakarta bagi jamaah lainnya yang tidak bias ikut aksi jalan kaki. Koordinatornya adalah Uus (08561615049) atau Andri (085774469672).“Bagi yang berhalangan ikut Aksi Bela Islam III, namun ingin punya andil dalam perjuangan, bisa memberikan infak donasinya ke rekening Bank Syariah Mandiri no 7051608218 (kode 451) a.n. Iyus Khaerunnas. Mohon ditambahkan 212 di akhir angka nominal transfer. Contoh: Rp.1.000.212 (satu juta dua satu dua rupiah). Konfirmasi transfer SMS ke 082122702657,” terang panitia.*

Reporter: Syaiful/INA

#Berita 161
Siap Sambut Pejalan Kaki Ciamis,  Aher: Kami Siap Fasilitasi Mereka Naik Bus

JITU - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher mengatakan siap menyambut peserta Aksi Bela Islam II asal Ciamis yang sedang berjalanan kaki dan akan menyiapkan bus mengantarkan mereka sampai Monumen Nasional (Monas)-Jakarta. "Mereka adalah warga Jabar yang sangat menginspirasi, ada rencana kami menemui mereka dan siapkan bus, saat ini saya dengar sudah lewat Nagreg,"kata pria yang karib disapa Aher ini kepada Islamic News Agency (INA), Selasa (30/11/2016) usai apel akbar di Lapangan Gasibu Bandung.

Aher berharap peserta aksi dapat naik bus ke Jakarta agar sampai tepat waktu. "Khawatir kan tidak sampai kalau jalan kaki, bisa jadi kami siapkan karena di sana kan ada anak anak, wanita dan lainnya," katanya.

Sebelumnya, dilansir INA bahwa peserta aksi jalan kaki dari Ciamis sudah sampai di wilayah Bandung.

Rep: Mr/INA

#Berita 162
Kapolri Ijinkan Bus Angkut Massa Aksi Damai 212, Polda dan Polres tetap Melarang

JITU - Meski Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian sudah berjanji tidak melarang operator bus untuk mengangkut peserta Aksi Bela Umat III ke Jakarta, namun di berbagai daerah gelagat blokade masih sangat terasa. Dari Lamongan Jawa Timur,  Selasa (29/11/2016) pihak Polres menemui perwakilan aktivis Islam di daerah Paciran.

Sumber Islamic News Agency (INA) melaporkan diantara hasil rapat itu, Kapolres meminta agar armada yang berangkat tidak lebih dari dua bus saja. “Semula kami hendak berangkat dengan 10 armada bus. Lalu kita pangkas menjadi hanya 3 buah. Kemarin masih disoal lagi,” ujar Ustad Sumarno, Ketua Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan (GAMAN) kepada jaringan berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

“Tolong Pak Ustadz dikurangi lagi untuk yang berangkat ke sana,” kata Sumarno menirukan Kapolres. Namun, ia menegaskan,  jika dikurangi lagi yang berangkat ke sana, jelas tidak bisa lagi.

Sementara di Ngawi tepatnya perbatasan Jatim-Jateng,  Selasa malam (29/11/2016) marak razia bus. Razia terutama memberhentikan bus pariwisata. Salah satunya,  rombongan sebuah perusahaan asal Solo yang hendak pulang setelah berwisata di Jawa Timur.

Dari Semarang dilaporkan, Polisi secara tegas melarang semua pengusaha jasa transportasi menyewakan bus atau kendaraan angkut lainnya dengan tujuan Jakarta. “Kami dengan tegas melarang dan meminta kepada pengusaha transportasi baik yang hadir atau tidak, untuk tidak menyewakan alat transportasinya dengan tujuan Jakarta apa pun alasannya,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Herukoco di hadapan 349 pengusaha jasa transportasi di Aula Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemprov Jateng,  dikutip malan Merdeka Selasa (29/11/2016).

Sedangkan dari Tasikmalaya dilaporkan,  Ketua Al-Mumtaz,  gabungan ormas Islam se-Tasikmalaya, Ustad Hilmi mengaku kesulitan mencari armada untuk berangkat pada 2 Desember besok. "Butuh 15 bus,  tapi tidak ada yang berani jalan. Alasan  mereka karena dulu larangan dari Polri tertulis, pencabutan juga harus tertulis," tuturnya.

Padahal, menurutnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah menyataan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta Aksi Super Damai Jumat
2 Desember 2016. Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis. "Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita," ujar Tito, Senin (28/11/2016).

Reporter: Imam S/INA
Share To:
Next
Newer Post
Previous
This is the last post.