MEDAN - Kedatangan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq pada acara Tabligh Akbar Aksi Bela Islam di Masjid Agung Medan, Sumatera Utara, disambut dengan lantunan shalawat. Ribuan ummat Islam yang memadati Masjid Agung di Jalan Pangeran Diponegoro Medan berdiri secara serentak dan melantunkan shalawat yang dipimpin Wakil Ketua GNPF MUI KH Zaitun Rasmin.

KH Zaitun Rasmin akhirnya menghentikan orasinya yang berapi-api sejak selesainya pelaksanaan shalat ashar berjamaah. Dalam tausiahnya, KH Zaitun menyebutkan tiga esensi aksi dalam spirit 212. Yang pertama adalah spirit persatuan ummat Islam yang merupakan anugrah dari Allah SWT. Sudah lama ummat Islam memimpikan persatuan dan persaudaraan Islam dan saat ini momentum itu telah tercapai. Karena itu, spirit 212 harus terus dijaga sebagai perekat ummat dan persatuan Indonesia.

Kemudian spirit kedua adalah spirit jihad di jalan Allah. Jihad ini, katanya, tetapi dibingkai dalam koridor hukum dan konstitusi. Karenanya, Aksi Bela Islam disebut juga sebagai Jihad Konstitusi. Selanjutnya, spirit ketiga adalah spirit perjuangan damai. "Kita bersatu di sini bukan untuk anarkis. Kita berkumpul di sini bukan pula karena permusuhan melainkan sebagai aksi damai," kata Ketua Umum PP Wahdah Islamiyah ini.

Kepada jamaah yang hadir, KH Zaitun Rasmin menyampaikan juga salam hangat dari Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir. Menurut dia, Tabligh Akbar ini merupakan momentum untuk menyongsong kebangkitan Islam.

Dalam kesempatan itu, Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut sebagai penyelenggara tabligh akbar bekerja sama GNPF membacakan maklumat. GAPAI Indonesia menyebutkan bahwa nilai-nilai Pancasila saat ini sudah sangat jauh dari implementasi kehidupan bangsa Indonesia. "Kami ummat Islam Sumut menyampaikan mandat kepada GNPF MUI untuk mengambil tindakan penyelamatan bangsa Indonesia. Kami juga menyatakan akan taat kepada ulama serta memberi mandat kepada Habib Rizieq Syihab untuk membaiat kami dalam perjuangan membela Islam," demikian isi maklumat GAPAI Sumut yang dibacakan di atas panggung. *azhar azis
Share To: