~Jakarta, Indonesia,  10 December 2016 ~

Aceh menangis lagi. Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter menghantam Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Meski hanya 15 detik, menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) gempa tersebut telah menewaskan tidak kurang dari 102 orang dan melukai sekitar 600 warga.

Meski gempa kali ini tidak sedasyat sunami yang terjadi pada 12 tahun lalu yaitu tanggal 26 desember 2004 yang menewaskan 120.000 orang, tapi getaran gempa kali ini dirasakan lebih keras. Hal ini diakibatkan oleh posisi gempa yang ada di daratan dan jaraknya lebih dekat yaitu 18 kilometer sebelah timur laut Kabupaten Pidie Jaya.

Dekatnya jarak gempa inilah yang mengakibatkan gempa terasa lebih keras dan merusak lebih banyak bangunan diantaranya 11.681 rumah, 124 ruko, 94 presentment, 91 masjid dan 6 mushalla.

GNPF MUI segera menurunkan tim ke Aceh untuk membantu para korban. Selain makanan dan obat -obatan, GNPF MUI juga membantu pembangunan kembali masjid - masjid yang roboh akibat gempa. Hal ini dirasa penting mengingat ruh dan spirit masyarakat Aceh ada di tempat ibadah. Aspek ini yang seringkali terabaikan dalam setiap kali terjadi penanggulangan musibah gempa.

Berikut ini sejumlah masjid yang mendapat bantuan dari GNPF MUI:
1. Masjid At taqwa gp bale kec mereudu kab pidi jaya .Rp.100 jt
2.menasah gampong mekoe kuthang ke.bandar dua pidi jaya Rp.50.jt
3.mesjid MUDI Mesra samalanga kab bireun Rp.50 jt
4.mesjid Quba pangwa kec tring gadeng kab piji jaya Rp 100 jt
5.masjid at taqarrub tring gadeng pidi jaya Rp 100 jt
6. Masjid baitul fuqarak gp paru kec.bandar baru  pidi jaya Rp.25 jt
7.menasah tubok lancang paru kec bandar baru pidi jaya Rp 25 jt
8.masjid paru keude kec bandar baru pidi jaya Rp.50 jt.

Total bantuan GNPF MUI untuk pembangunan masjid-,masjid di wilayah gempa di Aceh tidak kurang dari Rp. 500.000.000

GNPF MUI mengajak seluruh Umat Islam di Indonesia untuk menunjukkan komitmen persaudaraan atas nama keimanan dan kebangsaan.

Setelah beberapa kali Allah satukan Umat Islam di Ibu Kota melalui Aksi Bela Islam 1, Aksi Bela Islam 2 dan Aksi Bela Islam 3, sekarang Allah kumpulkan Umat Islam di Bumi Serambi Makkah ini untuk membangun NKRI dimulai dari Aceh. Mari kita membawa semangat Spirit 212 dengan membantu saudara saudara kita di Aceh 

Pembangunan NKRI mesti dimulai dari masjid untuk menguatkan basis dan pondasi aqidah, syariah dan akhlaq agar bangsa ini menjadi bangsa yang bermoral, berkeadilan dan beradab.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI)  muncul dari kekecewaan umat Islam atas penistaan yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dalam pidatonya di depan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.  Penistaan itu membuat MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan Gubernur telah menista Al Qur’an surat Al Maidah ayat 51. GNPF-MUI diinisiasi para ulama dan habaib yang menunjuk Habib Rizieq Shihab sebagai Dewan Pembina dan KH Bachtiar Nasir sebagai Ketua. 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0813 1974 1414

Farid Poniman
Ketua Media Center GNPF MUI
08112149666
Share To: