Jakarta, Indonesia, 2 Desember 2016 Hujan deras akhirnya mengguyur kawasan Monas persis beberapa saat sebelum Shalat Jum’at dimulai. Kecuali para ulama yang berada di atas panggung dengan penutup, jutaan umat muslim yang menggelar sajadah untuk mengikuti Aksi Bela Islam 3 tak ada yang menyingkir dari curahan berton-berton air dari langit yang terus berlangsung hingga jauh setelah shalat usai. Kekhusyuan mereka justru semakin bertambah. “Luar biasa sekali emosi yang saya rasakan. Menggetarkan,” ujar pengamat politik dan pakar ilmu komunikasi Dr. Effendi Ghazali.

Hujan juga tak menghalangi niat Presiden Jokowi untuk ikut bergabung dengan massa. Seperti ingin menebus kesalahannya pada Aksi Bela Islam 2 – yang lebih dikenal sebagai Aksi 411 – ketika tak menemui massa yang menyemut di depan Istana, Presiden kali ini yang mendatangi panggung dengan berjalan kaki sambil memegang payung. Rombongan kecilnya terdiri dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polkam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Presiden dan rombongan mengikuti shalat pada tenda VIP yang terpisah dari panggung utama, dan ikut menjadi qunut nazilah cukup panjang yang dilakukan Imam KH Muhammad Nashir Zein. 

Dalam sambutan singkatnya, Presiden menyatakan berterima kasih atas zikir dan doa  yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan negara. Presiden juga memberikan apresiasi atas ketertiban yang ditunjukkan jamaah, dan mengharapkan mereka pulang selamat ke tempat masing-masing. Sambutan Presiden Jokowi langsung dijawab massa dengan irama lagu anak-anak “Menanam Jagung” yang diubah syairnya menjadi, “Tangkap, tangkap, tangkap, sekarang juga. Tangkap si Ahok sekarang juga” beberapa kali, mengiringi kepulangan Presiden kembali ke Istana. (03/PR/GNPF)
Share To: