BIMA-Tabligh Akbar GNPF dalam rangkaian Safari 212 kembali diadakan di NTB. Tepatnya di Masjid Raya Al Muwahhidin Kota Bima. Hadir dalam Tabligh Akbar ini Ketua GNPF KH Bachtiar Nasir dan Wakilnya KH Muhammad Zaitun Rasmin.

Selain dari GNPF hadir pula anggota Dewan Syari’ah FPI Habib Muhsin Al Aththas dan ulama’ kharismatik KH Muhammad Arifin Ilham.

Mengawali ceramahnya, Ust. Zaitun Rasmin menyampaikan bahwa GNPF sudah cukup lama mengagendakan hadir di Bima. Terutama sesaat setelah terjadinya banjir yang melanda kota tersebut.

Dalam taushiyahnya Ust. Zaitun berpesan bahwa  suatu negeri atau masyarakat akan terpelihara bila terjaga pilar-pilanya. Salah satunya adalah amar ma’ruf nahi munkar.

“Jika pilar yang satu ini tidak ditegakkan pada suatu negeri atau masyarakat maka akan terjadi bencana padanya, berupa becana alam atau yang lebih parah lagi adalah bencana kehinaan ummat Islam. Bencana itu datang kepada masyarakat yang berbuat kedzoliman dan di sana ada orang baik namun tidak berbuat apa-apa untuk menegakkan kebaikan,” ungkap beliau.

 Beliau terangkan juga bahwa amar ma’ruf nahi munkar itu ada beberapa pilihan. Dengan tangan (kekuasaan/otoritas), dengan lisan (termasuk tulisan) dan pengingkaran dengan hati. Bagi para pemimpin menurut beliau tidak cukup hanya menyampaikan himbauan, harus dengan instruksi atau aturan yangmengikat.

Sementara Ust. Bachtiar mengingatkan kepada ribuan jama’ah bahwa semangat yang begitu besar ini harus ditopang berbagai kekuatan. Baik itu kekuatan ilmu masing-masing pribadi, kekuatan dunia pendidikan, ekonomi, dan juga kekuatan politik.

Berikutnya Habib Muhsin berpesan agar umat Islam tetap taat dan mencintai para ulama. Habib mengingatkan bahwa kemerdekaan NKRI tidak lepas dari peran para ulama. Terlihat sebagian jama’ah menangis terharu pada saat habib menyampaikan taushiyah.

Jama’ah dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa ini tetap antusias sampai akhir ketika Ust. Arifin Ilham mengajak hadirin untuk berdzikir dan berdo’a bersama.[ibw]
Share To: