PRAYA - Ketidakhadiran Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Syihab pada Tabligh Akbar di Lombok tidak menjadi halangan bagi ummat Islam di tanah para tuan guru itu untuk mendengarkan tausiah sang imam. Habib Rizieq yang sangat dinanti-nanti kedatangannya itu menyapa puluhan ribu ummat Islam yang memadati Alun-Alun Praya, Lombok Tengah, melalui sambungan telepon.

Di tengah-tengah orasi Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir yang membakar semangat unmat Islam di Praya, Wakil Ketua GNPF tiba-tiba maju ke atas panggung dan menyampaikan bahwa telepon Habib Rizieq sudah tersambung.

Pertama-tama, Habib Rizieq memohon maaf karena kunjungannya ke Lombok tertunda. Dia berpesan kepada ummat Islam khususnya di Lombok agar bersabar dan memperkuat kesabaran menghadapi berbagai tantangan yang tidak ingin ummat Islam bersatu di negeri ini. "Sabarlah dan tingkatkan kewasapadaan untuk menjaga keselamatan. Dalam perjuangan untuk menegakkan Islam, sabarlah dari segala cobaan, rintangan, dan perkuat kesabaran kalian. Banyak yang tidak suka Islam jaya dan ummat ini bersatu. Musuh-musuh Allah akan terus melakukan penghancuran perjuangan ummat Islam. Sabarlah untuk menghadapi segala risiko perjuangan. Jangan lupa tingkatkan kesiagaan yang diluncurkan musuh-musuh ummat Islam," kata Habib Rizieq dari telepon seluler KH Zaitun Rasmin yang diperdengarkan secara luas di atas panggung.

Habib Rizieq juga berpesan agar ummat Islam memperkuat perjuangan ini dengan meningkatkan iman taqwa. "Jangan takut dengan segala teror. Demi Allah keberanian tidak pernah mempercepat kematian. Ketakutan juga tidak memperlambat kematian. Karena setiap manusia akan merasakan kematian. Jangan pernah takut di jalan Allah," katanya.

Di ujung teleponnya, Habib Rizieq berpesan agar ummat Islam tidak termakan adu domba, fitnah, berita-berita hoaks, dan berbagai upaya yang ingin menjatuhkan habaib dan ulama. *azh
Share To: