PRAYA - Sebuah gerakan perubahan hendakanya dimulai dengan penguatan semua lini di kalangan ummat. Salah satunya adalah penguatan ekonomi sebagai penopang kehidupan masyarakat. Karenanya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir mengajak ummat Islam agar bersama-sama ikut membangun ekonomi ummat melalui gerakan koperasi syariah 212.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua GNPF dalam Tabligh Akbar Safari 212 yang mengangkat tema "NKRI Harga Mati" di Alun-Alun Tastura, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (29/1). Pendirian Koperasi Syariah 212 telah diluncurkan secara resmi oleh GNPF belum lama ini. Ummat Islam diharapkan menjadi anggota koperasi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi seperti yang terjadi selama ini. "Mulai hari ini kita ramaikan berbelanja di warung-warung tetangga. Meski agak mahal sedikit, tetapi beginilah cara kita membangkitkan ekonomi ummat," urai Pimpinan AQL Islamic Center ini.

Menurutnya, penguasaan ekonomi yang tidak merata di negeri ini mengakibatkan masyarakat menjadi penonton di negerinya sendiri. Penguatan ekonomi di kalangan ummat, katanya, sangat penting sehingga perjuangan ummat Islam untuk memakmurkan Indonesia tidak bisa dicederai dengan aksi-aksi kekerasan, kerusuhan, dan kekacauan. Itulah pentingnya bagi GNPF untuk mengawal gerakan ummat Islam secara damai dan bermartabat.

Dia menegaskan, setelah dipersaudarakan dan dipersatukan, saatnya ummat Islam menguatkan diri dengan aqidah, tauhid, ilmu, serta penguatan ekonomi. "Karenanya jangan suka jual tanah ke pihak asing dan aseng. Ardhunaa min aqiidatinaa. Tanah kami bagian dari akidah kami. Jaga kedamaian. Jangan merusak, mulai persatuan dengan cara-cara damai," katanya. *azh
Share To: