MALANG - Meski mendadak, pelaksanaan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Manarul Islam Malang, Sabtu (14/1), dipadati ummat Islam. Sekitar 2.000 jamaah memadati masjid yang berada di Jalan Raya Danau Bratan, Sawojajar, Malang tersebut sejak sebelum azan subuh dikumandangkan.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir. Kedatangan pimpinan AQL Islamic Center ini ke Malang sebenarnya bertujuan untuk menjenguk sekaligus meminta nasihat KH Hasyim Muzadi yang saat ini tengah berbaring di rumah sakit. Panitia pun hanya punya waktu menyiapkan acara Subuh Berjamaah hanya satu hari.

Dalam tausiahnya, orang munafik di Indonesia saat ini banyak yang gagal paham. Mereka memandang Aksi Bela Islam adalah kepentingan politik sehingga dilakukanlah pendekatan politik untuk meredam gerakan ummat Islam Indonesia. Menurut dia, ada tiga hal yang ditunjukkan Allah Taala di Indonesia saat ini.

Pertama, Allah SWT turunkan izzah kepada ummat Islam Indonesia. Kedua, Allah berikan kekuatan Persaudaraan dan Persatuan ummat Islam. Ketiga, Allah berikan gerakan kebangkitan ini melalui Jamaah Shalat Subuh. Inilah tiga poin ini yang menjadi spirit ummat Islam. "Allah turunkan izzah Islam di Indonesia. Kebangkitan subuh sudah ada benihnya. Ini artinya simpul ummat sudah bekerja di Malang dan artinya ummat dari berbagai golongan sudah melebur menjadi satu," ungkap Ketua Alumni Universitas Madinah ini.

Izzah seperti apa yang Allah turunkan? Hari ini ummat Islam sedang tumbuh rasa bangganya sebagai Islam. Ghirah ummat Islam tumbuh di mana-mana. Ini terbukti dengan lahirnya gagasan mendirikan koperasi syariah 212, perbankan syariah, 212 mart, hingga pada pemilihan pemimpin pun mereka tidak akan memilih kecuali dari kalangan muslim. "Kalau gerakan subuh akan terus seperti ini maka akan lahir pasukan-pasukan subuh. Kalau jamaah maghrib penuh, itu biasa. Namun jika shalat subuh penuh maka ini yang luar biasa," katanya.

Dia mengatakan, inilah sebetulnya inti ummat Islam yang berkualitas, yaitu mereka yang diberkahi subuhnya. Karenanya pola jamaah subuh harus terus dipelihara. Yang belum terbiasa, berazzam dulu kepada diri dengan syarat jagalah kehalalan makanan, pakaian, dan harta benda. (Azhar Azis)
Share To: