Pulau Panggang, Kepulauan Seribu

JAKARTA - Sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar di Auditorium Kementan, Jakarta, Selasa (24/1). Sidang ketujuh kasus Ahok ini masih mendengarkan keterangan saksi, di antaranya Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuliardi SSTP dan saksi pelapor dari Padang Sidempuan, Muhammad Asroi Saputra. Keduanya menguatkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) mengenai dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Muhammad Asroi Saputra menyatakan, dirinya melaporkan Ahok terkait kasus yang tengah disidangkan itu karena ucapan Ahok telah melukai perasaan unmat Islam termasuk dirinya sebagai seorang muslim.  "Saya sebagai orang Islam merasa dirugikan oleh ucapan saudara terdakwa yang mengomentari kitab suci Al-Quran," kata Asroi, saksi pelapor dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara ini.

Anehnya, salah seorang penasihat hukum Ahok mengajukan pertanyaan yang tidak substansial. Salah satunya, menunjukkan bukti foto saksi di jejering sosial Facebook yang sedang mengangkat tangan sembari menunjukkan angka satu dengan jari telunjuknya. Foto tersebut terkesan ingin menggiring saksi pelapor ke ranah politik terkait pelaporan tersebut di mana Ahok menjadi salah satu kontestan Pilkada DKI Jakarta dengan nomor urut dua. Simbol jari telunjuk saksi pelapor di akun Facebooknya itu diarahkan bahwa yang bersangkutan mendukung kandidat gubernur DKI dengan nomor urut satu. Namun, Asroi menjelaskan bahwa simbol satu atau jari telunjuk tersebut adalah simbol tauhid. Dalam Islam, hal itu bermakna Laa Ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah), Allah Maha Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Karena itu, laporannya sama sekali tidak terkait dengan aksi dukung mendukung pasangan calon yang sedang bersaing di Pilkada DKI Jakarta. "Padang Sidempuan jauh dari Jakarta, tidak ada hubungan dengan Pilkada Jakarta, angkat tangan jari telunjuk merupakan simbol kalimat tauhid, Laa Ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)," jelasnya.

Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI Nasrulloh Nasution saat dihubungi mengatakan, kesaksian Asroi sudah menguatkan tuntutan jaksa penuntut umum. "Saksi Asroi telah menjelaskan dengan lugas dan terang mengenai ucapan terdakwa di Pulau Panggang," katanya.

Menurut dia, saksi cukup menjelaskan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. Semuanya sudah dipaparkan dengan jelas di depan persidangan. Selebihnya, pertanyaan penasihat hukum Ahok, sebagian besar tidak substansial. "Segala nama dokter jantung saksi dipertanyakan, akhirnya ditegur majelis hakim," tandas Nasrulloh. (HK)
Share To: