Malaikat malam yang sedang bersiap-siap naik ke langit, beserta Malaikat siang yang telah turun ke dunia akan menyaksikan seluruh hamba Allah yang melaksanakan shalat subuh berjama'ah.

Bahkan dalam beberapa riwayat, disebutkan Allah bertanya kepada Malaikat malam, "Dalam keadaan apa engkau meninggalkan hamba-hambaKu? Malaikat pun menjawab, Aku tinggalkan mereka dan mereka dalam keadaan shalat (Shubuh).

Hamba Allah yang melaksanakan shalat subuh di pagi hari, maka mereka akan mendapatkan do'a Nabi SAW kepada ummatnya; Allaahumma baarik li'ummatii fii bukuurihaa." (Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi mereka (subuh).

Semoga kita semua bisa keluar dari zona kemunafikan menuju zona keimanan sepenuhnya. Aamiin
Indonesia sebentar lagi akan damai dan sejahtera, tentunya bersama ummat Islam yang bersaudara, dan siap bersatu dan berjuang. Sebaliknya kedamaian dan kesejahteraan ini akan hilang jika ummat Islam sudah tidak lagi bersatu, bahkan berpaling dari Al-Qur'an.

Ada pesan cinta dibalik goncangnya Al-Maidah 51 di negeri tercinta, olehnya kepada pemerintah, Ketua GNPF MUI K.H. Bachtiar Nasir menyampaikan, bahwa jangan kau lihat spirit 411 dan 212  ini sebagai marabahaya, tetapi sadarlah bahwa Ummat Islam sedang bangkit untuk membela negeri ini. Jangan pernah mengatakan Islam dan ummat Islam tak nasionalis, jangan anggap kami tidak cinta NKRI, jangan kau tuduh kami tak pandai berbhineka tunggal ika. Jangan!!!

Allah sayang betul dengan Indonesia. Ini pesan cinta Allah dalam Al-Maidah 51, diantaranya:
1.    Allah sadarkan ummat Islam dan orang-orang beriman akan harga diri mereka, agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai teman apalagi pemimpin. Bahwa sesungguhnya harga dirimu, kehormatanmu dan kekuatanmu bukan berasal dari orang-orang kafir apalagi orang-orang munafik, tetapi dari 'Izzah itu berasal dari Allah SWT.  Olehnya, jangan coba-coba siapapun untuk menghadang spirit 5:51 ini. Karena ini adalah rekayasa Ilahi murni. Bahkan ummat Islam dari luar negeri pun hadir dan siap mendukung Ummat Islam, bahkan mereka mengatakan Aksi Bela Islam 212 kemarin telah 'menggetarkan' Asia Tenggara.
2.    Pola beragama ummat Islam indonesia saat ini sangat fokus melaksanakan perintah Allah namun sedikit yang serius meninggalkan larangan Allah. Olehnya ummat Islam diingatkan akan pelarangan menjadikan si kafir sebagai Pemimpin. "Tinggalkan yahudi dan nasrani, karena masih banyak orang-orang beriman yang lebih pantas menjadi pemimpin." Tegas Ketua GNPF MUI, K.H. Bachtiar Nasir. Jalankan perintah secara bertahap tapi tinggalkan larangan secara konsisten selamanya.
3.    Kenali musuhmu yang sebenarnya, yaitu setan, dan musuh kita adalah orang-orang yang menistakan hukum dan tidak menegakkan keadilan.

Terakhir, K.H. Bachtiar Nasir mengingatkan ummat agar segera bersiap. Sejak tiga hari sebelum hari diselenggarakan pilkada kita siap ramaikan subuh berjamaah di seluruh masjid di Jakarta.Pemuda subuh harus siap sweeping 'serangan subuh'. Siap periksa penggandaan pemilih. Siap nyoblos dan mengajak ummat Islam untuk memilih pemimpin Muslim.

Potensi kekuatan persatuan ummat Islam saat ini harus kita manfaatkan untuk memenangkan politik dan ekonomi Islam. Bangkit, hidupkan warung tetangga. Siap menghidupkan kembali kebiasaan Islami orang-orang terdahulu.
Pengusaha pemodal kaya (kafir) sekalipun, mereka akan collaps berhadapan dengan Ummat Islam jika kita tidak membeli produk-produk mereka.

Bayangkan, jika 7 juta orang yang hadir dalam aksi 212 kemarin bersatu menyumbangkan satu juta saja, maka yang terkumpul adalah 7 trilyunan, bisa kita beli Bank Baru untuk Islam.

WAllaahu A'lamu Bishshawaab.
Abu Qudsy, Jakarta.
Subuh Berjamaah #Spirit212, AQL Jakarta, 22 Januari 2017
Share To: