SURABAYA - Ummat Islam Indonesia diminta mewaspadai adu domba yang menginginkan sesama anak bangsa saling bertikai di negerinya sendiri. Padahal, bangsa Indonesia sudah dijamin oleh konstitusi apa pun agama, suku, dan golongannya. Namun, ada yang tidak ingin kerukunan beragama dan berbangsa berjalan baik.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir saat menyampaikan tausiah dalam Tabligh Akbar di Masjid Al-Falah Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/1). Menurutnya, tidak elok membenturkan sesama anak bangsa dengan terus menerus menuduh ummat Islam anti-NKRI, anti-Pancasila, dan anti-Bhinneka Tunggal Ika.

"Ada yang mengatakan ummat Islam anti-NKRI. Ada yang ingin benturkan ummat Islam dengan PDIP padahal banyak orang PDIP ummat Islam juga. Jadi jangan terprovokasi karena ini ada yang mengendalikan dari segelintir orang," ungkap Sekjen Majelis Intelelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini.
Tabligh Akbar dan Safari 212 di Masjid Al-Falah Surabaya mengangkat tema "Tegakkan Keadilan Stop Kriminalisasi ulama Demi Tegaknya NKRI".  Sebelumnya, KH Bachtiar Nasir menjadi pembicara dalam Kajian Pencerah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Selanjutnya, dia menghadiri acara wisuda Sekolah Hafizh Al-Quran (SHQ) Surabaya.
Tabligh Akbar Masjid Al-Falah dihadiri sekitar 200 ribu warga dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain tausiah mengenai kebangsaan dan persaudaraan ummat, KH Bachtiar Nasir juga mengajak peserta untuk melantunkan lagu-lagu nasional dan perjuangan.
Dalam tausiahnya, dia menegaskan bahwa ummat Islam harus siap di garda terdepan untuk membela NKRI. "Kalau perlu siapkan laskar Indonesia. Kalau harga diri dinodai, itu biasa. Tapi kalau Islam dinodai, Qur'an dinodai, Rasulullah SAW dinodai, nyawa pun jadi taruhannya," tegasnya.
Menurut dia, dalam agama Islam tidak ada paksaan. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah: 256).
"Tidak ada paksaan dalam beragama. Sudah jelas perbedaan antara yang lurus dan yang bengkok. Islam adalah ummat yang sangat percaya diri dan tidak perlu memaksa orang lain masuk Islam. Islam tidak pernah memaksakan ideologinya kepada siapa pun,"  katanya. *azh
Share To: