KH. Hasyim Muzadi Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) telah  usia pada pada Kamis, 16/03/2017 pukul 6.15 WIB.

Kader NU kelahiran Tuban, Jawa Timur, 8 Agustus 1943 ini merupakan salah satu putra terbaik bangsa dan ulama yang  banyak jasanya. Di NU sendiri beliau pernah menjabat sebagai pengurus dari Ranting hingga PB (Pengurus Besar).

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kiyai Hasyim kemudian ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

GNPF-MUI turut menghaturkan belasungkawa atas wafatnya sang kiyai karismatik yang memiliki karakter hangat dan bersahabat ini.

Ketua Dewan Penasehat GNPF-MUI Habib Rizieq, Ketua GNPF Ust. Bachtiar Nasir, Ust. Zaitun, GNPF dan KH Misbah mewakili segenap pengurus GNPF dan eksponen 212 mengucapkan do'a dan ta'ziyah untuk beliau.

Ungkapan ta'ziyah dan do'a tersebut sebagai berikut, "Kami menyampaikan ta'ziyah (bela sungkawa) sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak K. H.  Hasyim Muzadi
(Anggota Wantimpres dan mantan Ketua PBNU).
Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa ini dan ulama  yang sangat besar jasanya. Teriring doa semoga Allah subahanahu wata'ala menerima semua amal kebaikanya dan dilipatgandakan pahalanya serta diampuni segala dosanya, rahimahullah rahmatan wasi'atan waaskanahu fasiiha jannatihi. Amiin."

Kiyai Hasyim Muzadi memiliki kedudukan tersendiri bagi para pimpinan GNPF MUI. Beliau merupakan salah satu tokoh umat yang sangat mengapresiasi Aksi Damai 212. Bahkan Kiyai sempat menyatakan in syaa Allah aksi damai tersebut dihadiri para malaikat.

Dari informasi yang dihimpun khususnya dari pihak keluarga, jenazah KH Hasyim Muzadi akan diberangkatkan ke Pesantren Al-Hikam Depok, dari Malang pada pukul 13:00, hari ini. Perjalanan 1,5 jam dan perkiraan sampai di Halim Perdanakusuma pukul 14.30.

Diperkirakan 15.30 Jenazah telah tiba di masjid PP Alhikam Depok dan disholatkan di mesjid Al Hikam 4. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di Maqbarat keluarga di komplek PP Al Hikam Depok 5. [ibw]
Share To: