Awalnya Gema Jakarta ingin membuat tamasya demokrasi bagi pilgub Jakarta putaran kedua , agar pilgub Jakarta yang menarik perhatian secara nasional menjadi peristiwa monumental bagi bangsa dan masyarakat. Yang kedua peristiwa yg sanagt penting ini diharapkan tidak dikotori dan dinodai oleh oknum2 yang tdk bertanggung jawab , baik dengan melakukan kecurangan maupun dengan intimidasi kepada petugas TPS seperti yang terjadi dibeberapa TPS pada putaran pertama. Belakangan ide tersebut berkembang dan diberi istilah  tamasya almaidah. Tetap dengan tujuan agar dapat membantu terwujudnya pilgub yang jujur, adil dan secara damai.
Namun demikian, setelah mempertimbangkan kemungkinan timbulnya ekses negatif, maka kami dengan kearifan dan kesadaran penuh MENIADAKAN program tersebut .

Dengan pembatalan program Tamasya Al-Maidah ini, maka segala hal yang terkait dengan program Tamasya Al-Maidah tidak lagi ada hubungannya dengan Gema Jakarta. Karena itu, jika ada program Tamasya Al-Maidah yang berlanjut di kemudian hari maka program tersebut bukan lagi program Gema Jakarta dan tidak menjadi tanggungjawab Gema Jakarta .

Jakarta, 12 April 2017
Ketua Gema Jakarta,


Dr. K.H. Ahmad Lutfi Fathullah.
Share To: