Jakarta, Ummat Islam Indonesia kembali melakukan reuni akbar pada Aksi Simpatik 55 yang secara langsung dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir. (5/5)

Ghiroh dan perasaan yang sama adalah sebuah alasan yang dapat mempertemukan Ummat Islam Indonesia pada Aksi Simpatik 55. Ghiroh dan perasaan ini adalah adanya keinginannya untuk tercipta indepedensi hukum di Indonesia.

Selain itu, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa tujuan kita disini adalah menyampaikan pesan yakni pendapat keagamaan dari Petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Menanggapi kasus penodaan Agama, Ulama-Ulama MUI sudah mengeluarkan pendapat keagamaannya. Pada faktanya, status pendapat keagamaan adalah lebih tinggi daripada Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI. Dan terhadap kasus penistaan penodaan oleh Basuki Tjahaya Purnama sudah dipermainkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)." Jelas Ketua GNPF MUI.

Apabila Ummat Islam Indonesia sudah tidak berpegang teguh pada Fatwa dan Pendapat Keagamaan Ulama, maka akan terjadi krisis keberagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
(rma)
Share To: